Tanamkan Wawasan Demokrasi

SETU-Siswa-siswi MIN 3 Tangsel  terlihat begitu ceria saat mengikuti kegiatan field trip yang diadakan untuk kelas 5 ke KPU Tangsel. Para siswa belajar tentang demokrasi dalam bentuk sosialisasi dan simulasi yang berlangsung pada Selasa (25/02).

Kepala MIN 3 Tangsel, Jetty Maynur mengutarakan, melalui kegiatan field trip para siswa diajak untuk belajar tentang demokrasi. Dengan harapan apa yang diberikan melalui edukasi demokrasi itu mereka dapat merekam sebagai pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Pendidikan seperti ini sangat bagus diberikan kepada anak-anak. Dan memang sudah seharusnya tentang demokrasi khususnya mekanisme pemilihan seyogyanya sudah diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak. Karena nantinya anak-anak dapat mengeksplor  lebih luas lagi.

“Diharapkan dari kegiatan ini akan terbentuk generasi demokrasi sejak dini yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan. Tentunya kita berharap mereka akan bisa menjadi agen demokrasi dan mampu berpartisipasi memajukan negara. Dan ini betul-betul edukasi yang membuat mereka semakin cinta tentang tugas daripada petugas KPU dan tentang Pemilu serta Pilkada,” tuturnya.

Anak-anak yang ceria itu mereka praktik langsung bagaimana proses pemilihan baik pemilu atau pilkada. Bagaimana mereka terbagi ada yang menjadi petugas KPU, menjaga kotak suara, surat suara serta simulasi tatacara pencoblosan dibilik suara hingga penjumlahan perolehan suara. Semua dipraktikkan seolah-oleh sungguhan.

 “Anak-anak belajar dengan berperan sebagai petugas KPU, peserta pemilih di bilik suara, dan menghitung suara dari kertas pemilih. Pembelajaran langsung tentang KPU akan memberikan pengalaman berharga untuk peserta didik tentang proses demokrasi di negeri ini. Semoga ke depan demokrasi semakin baik dan terus berkembang dimulai dengan melahirkan generasi yang hebat serta peduli terhadap demokrasi,” tambah Jetty.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro menjelaskan, dengan edukasi sejak dini kepada para siswa MI/SD diharapkan mereka bisa menjiwai apa itu demokrasi, sehingga ketika dewasa nanti akan muncul keinginan untuk turut berperan memajukan negara. “Salah satunya peran serta mereka dalam pesta demokrasi untuk memilih pemimpin di masa depan,” jelasnya.

Lanjut ia sosialisasi Pilkada atau Pemilu di bawah usia 17 tahun tidaklah masalah, karena pendidikan pemilih akan lebih baik di mulai sejak dini mungkin. Dengan harapan mereka nantinya menjadi generasi yang hebat, berdemokrasi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber : http://tangselpos.co.id/2020/02/25/tanamkan-wawasan-demokrasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *