Dukcapil Jemput Bola Kejar Target Perekaman KTP-el

Batam, kpu.go.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) siap melakukan jemput bola untuk mengejar target perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sebelum pelaksanaan hari pemungutan suara pemilu 17 April 2019.
 
Menurut Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dirjen Dukcapil Akhmad Sudirman Tavipiyono, Dukcapil akan melakukan jemput bola serentak tahap I di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia pada 17-19 Januari 2019.
 
“Tidak hanya lapas dan rutan, Dukcapil juga akan jemput bola ke sekolah-sekolah secara rutin untuk mendata para pelajar yang belum melakukan perekaman. Target perekaman tersebut Maret, namun kami usahakan Februari sudah bisa selesai semua,” tutur Tavip dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Penetapan Rekapitulasi DPTb dan DPK, Jumat (11/1/2019) di Batam.
 
Tavip juga menjelaskan, jumlah penduduk Indonesia saat ini sebesar 265.185.520 jiwa per-31 Desember 2018. Dari data tersebut, wajib KTP-el sebesar 192.676.863, sudah melakukan perekaman 187.293.030 atau 97,21 persen, yang belum melakukan perekaman KTP-el sebesar 5.383.875, wajib KTP-el bagi pemula yang belum merekam sebesar 2.780.571, dan yang belum melakukan perekaman dan dinonaktifkan sebesar 2.603.262. Bagi yang dinonaktifkan tersebut, harus segera melaporkan diri ke dukcapil untuk dilakukan perekaman.
 
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Administrasi dan Pembinaan dan Evaluasi Ditjen Pemasyarakatan Catur Budi Fatayatin menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah bersurat kepada KPU dan KPU di daerah terkait pendataan ulang pemilih di lapas dan rutan. Ada tiga jenis warga binaan, yaitu pemasyarakatan di lapas, tahanan di rutan, dan anak di LPKA.
 
“Kami juga sudah bersurat ke Dirjen Dukcapil sejak November yang lalu, untuk bisa melakukan perekaman di lapas, rutan, dan LPKA. Mengingat syarat untuk memilih harus mempunyai KTP-el,” ujar Catur.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Teknis Pengawasan Pemilu, Bawaslu RI Harimukti Wicaksono mengibaratkan data pemilih ini seperti maraton panjang. Terkait pemilih di lapas, akan lebih mudah apabila lapas sudah melakukan cluster terhadap warga binaan tersebut yang bisa memberikan hak pilih, hal ini dipetakan terlebih dahulu, baru kemudian warga binaan yang mobile atau ada pemindahan.
 
“Penghuni lapas juga masih ada yang terdaftar di DPT daerah asal, maka pemenuhan hak pilih penghuni lapas tersebut harus dengan DPTb atau pindah memilih. Hal seperti ini juga harus diperhatikan,” tutur Harimukti
Menanggapi rencana jemput bola Dukcapil tersebut, Komisioner KPU RI Viryan mengharapkan kegiatan tanggal 17 hingga 19 Januari 2019 tersebut bisa menjadi agenda bersama antara Dukcapil, KPU, Bawaslu, Komnas HAM, dan Ditjen PAS, sehingga kegiatan tersebut bisa dioptimalkan.
 
“Minggu depan KPU bisa fokus ke lapas dan rutan, kita akan berkirim surat ke KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota, kemudian minggu depannya lagi KPU akan fokus di kampus-kampus, dan seterusnya, sesuai dengan sembilan kelompok pemilih yang berpotensi pindah memilih. Tentu kita lakukan semua itu dengan koordinasi bersama pihak terkait,” ujar Viryan. (Hupmas KPU Arf/Foto Dosen/ed diR)

2 thoughts on “Dukcapil Jemput Bola Kejar Target Perekaman KTP-el

  • Februari 8, 2019 pada 1:14 pm
    Permalink

    walaupun banyak yang nulis konten seperti ini, tapi saya lebih
    suka konten yang di tulis di blog ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *